LUMAJANG – Inspirasi Cakrawala. Pembiaran jalan rusak di kawasan Pabrik Gula (PG) Jatiroto kini menjadi rapor merah bagi manajemen perusahaan. Kondisi jalan berlubang-lubang dan bergelombang bukan sekadar penghambat mobilitas, melainkan ancaman nyata bagi nyawa pengendara.
Dampak paling fatal dirasakan langsung oleh warga Dusun Nyeoran, Desa Kaliboto Lor. Kecamatan Jatiroto Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan pabrik, jalan tersebut merupakan urat nadi tunggal aktivitas warga. Ironisnya, di tengah risiko rawan kecelakaan terutama di musim hujan saat ini, jalur ini justru dibiarkan rusak dan minim penerangan saat malam hari.
Akses utama warga Dusun Nyeoran, Desa Kaliboto Lor ini kian hancur setiap musim giling akibat beban berat dari 500 - 700 truk tebu yang melintas setiap hari. Masyarakat menilai, perbaikan ala kadarnya yang selama ini dilakukan perusahaan hanyalah formalitas karena jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
Ketua Pasukan 08 DPW Lumajang, Suwadi,mengecam lambannya respons pihak pabrik. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan adalah kewajiban mutlak yang harus bisa dibiayai menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau TJSL.
"Ini soal aturan dan kemanusiaan. PG Jatiroto tidak boleh tutup mata, karena dana CSR itu sudah diatur undang-undang untuk kepentingan lingkungan terdampak," tegas Suwadi dengan nada tinggi.
Warga kini menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji atau perbaikan tambal sulam. Mereka mendesak manajemen PG Jatiroto segera melakukan perbaikan permanen sebelum infrastruktur yang terabaikan ini memakan korban jiwa.
(tono).


