Materi kegiatan pendidikan ilmu politik berjalan dengan penuh khimat dan interaktif pada Kamis, 12 Maret 2026 bertempat Graha Inspirasi Araya Kota Malang. Dalam forum diskusi tersebut, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, founder DB Institute, juga bergabung di Pasukan 08 DPD Jawa Timur sebagai Kabiro Bidang Pendidikan & Pengembangan Sumberdaya Manusia, hadir ditengah Mahasiswa sebagai pemateri yang mengajak para mahasiswa memahami politik secara lebih reflektif dan kritis.
Pada sesi pertama, Kukuh menyampaikan materi Politik JOMO (Joy of Missing Out) dengan tema “Punya Opini yang Berbobot.” Ia menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan perdebatan politik di media sosial, generasi muda tidak harus selalu ikut dalam setiap polemik. Menurutnya, sikap selektif, berpikir mendalam, dan menjaga kualitas opini justru menjadi kunci agar seseorang dapat berkontribusi secara bermakna dalam kehidupan demokrasi.
Setelah jeda coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua mengangkat tema Politik POV (Point of View) dengan fokus “Bertukar Peran.” Dalam sesi ini, peserta diajak melihat persoalan politik dari berbagai sudut pandang. Pendekatan ini penting agar mahasiswa tidak mudah terjebak pada sikap fanatik atau penilaian sepihak, melainkan mampu memahami dinamika sosial politik secara lebih utuh.
Menariknya, suasana diskusi tidak hanya serius. Kukuh yang dikenal dengan gaya penyampaian khas dan komunikatif juga mengajak peserta bernyanyi bersama, menciptakan suasana belajar yang santai dan penuh kegembiraan. Momen tersebut menjadi cara sederhana untuk membangun kedekatan sekaligus menjaga energi peserta selama kegiatan berlangsung.
Diskusi semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Para mahasiswa dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar fenomena politik digital, peran generasi muda dalam demokrasi, hingga bagaimana membangun sikap politik yang kritis namun tetap beretika.
Sebagai penutup kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam forum pendidikan politik tersebut. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama, menandai kebersamaan sekaligus semangat belajar yang telah terbangun selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Engelbertus Kukuh Widijatmoko berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi mampu menjadi warga yang berpikir kritis, terbuka terhadap perspektif yang berbeda, serta berani membangun opini yang bertanggung jawab bagi kehidupan demokrasi.
(Yuda).



