Sidoarjo || Inspirasi Cakrawala.com_.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sidoarjo sukses menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno tahun 2026 melalui pagelaran "Panggung Budaya" yang berlangsung meriah di Pendopo Delta Sabha, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian agenda strategis yang telah dilaksanakan sepanjang bulan Juni, mulai dari Diskusi Kebangsaan (1/6), Panggung Sang Fajar di Alun-Alun Sidoarjo (6/6), agenda "Srawung Tani" di berbagai wilayah (Taman, Lebo, Kemiri, dan Krembung), hingga Tapak Tilas Bung Karno (20/6).
Ketua GMNI Sidoarjo Antonius Sarozame Duha menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya mendalam untuk membumikan kembali pemikiran Soekarno, khususnya mengenai konsep Trisakti yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan dalam konteks pembangunan daerah.
"Bulan Bung Karno bagi kami adalah momentum untuk mengaktualisasikan gagasan Bung Karno agar relevan dengan tantangan zaman di Sidoarjo. Melalui Panggung Budaya ini, kami ingin menegaskan bahwa intelektualitas dan kebudayaan harus berjalan beriringan untuk menciptakan generasi muda yang sadar akan akar bangsanya," ungkapnya.
Lebih dari sekadar apresiasi seni, kegiatan ini berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Rekomendasi tersebut merupakan hasil sintesis dari berbagai diskusi dan observasi lapangan yang dilakukan kader GMNI selama rangkaian kegiatan berlangsung.
GMNI Sidoarjo menegaskan bahwa dokumen rekomendasi ini adalah wujud nyata kontribusi dan komitmen organisasi dalam mengawal pembangunan serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo. Fokus rekomendasi mencakup penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi peran pemuda, hingga pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
"Kami ingin GMNI Sidoarjo hadir sebagai mitra kritis sekaligus kolaborator bagi pemerintah daerah. Rekomendasi yang kami susun adalah bentuk tanggung jawab moral kami untuk memastikan pembangunan di Sidoarjo tetap berpijak pada nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial," tambahnya.
Melalui suksesnya rangkaian Bulan Bung Karno ini, GMNI Sidoarjo semakin mengukuhkan posisinya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam dinamika politik, tetapi juga konsisten dalam kerja-kerja sosial dan pengabdian masyarakat di tingkat akar rumput.
GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Sidoarjo adalah organisasi kemahasiswaan yang berasaskan Marhaenisme dengan tujuan memperjuangkan kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat melalui pendidikan politik, pengabdian masyarakat, dan pengawalan kebijakan publik di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
(Yoga).



