Kepala Staf Kepresidenan Sidak Koperasi Desa Merah Putih di Bojonegoro


Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan kunjungan mendadak ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sukoharjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (7/7). Foto: KSP/Lutfi.

Bojonegoro||Inspirasi Cakrawala_.

Dalam rangka Program KSP Mendekat, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan kunjungan mendadak ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sukoharjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (7/7). 

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan ke lokasi sumur minyak Kedung Keris Wellpad yang dioperasikan oleh Exxon Mobil Cepu Limited bersama SKK Migas dan kementerian terkait.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, Komandan Kodim (Dandim) Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, serta didampingi Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Popy Rufaidah, Ph.D, beserta jajaran Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan.

Melalui Program KSP Mendekat, Kepala Staf Kepresidenan memastikan bahwa setiap agenda kunjungan kerja tidak hanya berfokus pada proyek strategis nasional, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat dan pelaku ekonomi di daerah. Salah satunya dengan mengunjungi KDKMP yang menjadi ujung tombak penguatan ekonomi desa.

Dalam dialog bersama dua orang pengelola koperasi, Alviani dan Deni Irawan, Kepala Staf Kepresidenan mendengarkan secara langsung perkembangan operasional serta berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan.

Pengelola KDKMP setempat, Alviani menyampaikan bahwa koperasi tersebut telah mulai melayani kebutuhan masyarakat, namun masih menghadapi kendala pada aspek pasokan barang, distribusi dari prinsipal yang belum optimal, serta belum tersedianya jaringan rantai pasok yang kuat sebagaimana dimiliki ritel modern.

“Kondisi ini berdampak pada ketersediaan beberapa komoditas dan daya saing harga,” ungkap Alviani.

Selain itu, Edi Irawan, sebagai salah seorang pengelola KDMP lainnya juga menyampaikan sejumlah persoalan operasional, antara lain, “Terdapat beberapa hambatan antara lain, mekanisme pembiayaan kebutuhan rutin seperti pembayaran listrik, keterbatasan beberapa komoditas penting seperti LPG dan pupuk, serta perlunya percepatan penyelesaian aspek penggajian dan penguatan kelembagaan agar operasional koperasi dapat berjalan lebih optimal,” terangnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih harus mampu menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat desa. “Untuk itu, ketersediaan barang, kelancaran distribusi, serta harga yang kompetitif harus menjadi perhatian utama agar masyarakat memperoleh manfaat nyata dari keberadaan koperasi,” tegas Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman.

Kepala Staf Kepresidenan juga menekankan bahwa berbagai masukan yang diperoleh secara langsung dari lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala operasional.

Pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Program KSP Mendekat, yaitu memastikan setiap kebijakan pemerintah didasarkan pada kondisi riil di lapangan sehingga implementasinya semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Tim Red).

Previous Post Next Post