Fransiskus Ramli : PSI Jangkau 189 Posko Pengungsian Korban Gempa Manggarai



Inspirasicakrawala.com_.

Manggarai, 23 Agustus 2026 — Ketua DPD PSI Manggarai, Fransiskus Ramli Boy Koyu, bersama jajaran pengurus PSI NTT dan pengurus PSI pusat terus bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda wilayah Manggarai pada 15 Agustus 2026.

Sejak 16 hingga 23 Agustus 2026, tim PSI secara konsisten turun langsung dari satu posko pengungsian ke posko lainnya untuk mendistribusikan paket sembako kepada warga yang terdampak. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima oleh para pengungsi serta mengetahui secara langsung kebutuhan dasar masyarakat selama berada di tenda-tenda pengungsian.

“Kami turun langsung untuk memastikan bantuan paket sembako sampai ke tangan para pengungsi korban gempa. Kami juga ingin mengetahui secara langsung apa saja kebutuhan dasar mereka selama berada di tenda pengungsian,” ujar Fransiskus Ramli Boy Koyu.

Ia menyadari bantuan yang diberikan belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, kehadiran secara langsung di tengah para pengungsi diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga selama menghadapi masa sulit akibat bencana.

Sebelumnya, tim PSI telah menyisir sejumlah wilayah di bagian utara Manggarai yang terdampak gempa. Selanjutnya, distribusi bantuan diperluas ke wilayah Langke Rembong, Wae Ri’i, Rahong Utara, hingga Lelak.

Di setiap posko pengungsian, umumnya terdapat sekitar lima hingga tujuh kepala keluarga (KK). Penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kepala keluarga yang berada di masing-masing posko agar distribusi dapat dilakukan secara proporsional.

Fransiskus mengatakan, pihaknya memahami bahwa bantuan yang disalurkan belum dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Namun, sejak 16 Agustus hingga 23 Agustus 2026, tim PSI telah mengunjungi sebanyak 189 posko pengungsian, dengan jumlah penghuni di setiap posko berkisar antara lima hingga tujuh kepala keluarga.

Selain menyalurkan bantuan, tim PSI juga meluangkan waktu untuk duduk bersama para pengungsi di dalam tenda. Mereka mendengarkan keluhan, kebutuhan, serta kondisi warga sekaligus memberikan dukungan moral di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk mendengar dan saling menguatkan. Kami ingin masyarakat yang berada di tenda pengungsian tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari komitmen PSI untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya warga yang sedang menghadapi dampak bencana. Meskipun bantuan yang diberikan masih terbatas, kehadiran langsung di posko-posko pengungsian diharapkan dapat memberikan sedikit kekuatan dan meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Manggarai.

(Red).


Previous Post Next Post