Jember - Pemerintah Kabupaten Jember melakukan penyegaran birokrasi melalui Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator. Acara berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (28/8/2026) malam.
Bupati Jember, Gus Fawait, memimpin langsung pelantikan. Ia mengapresiasi kinerja Aparatur Sipil Negara selama enam bulan terakhir dan menegaskan rotasi jabatan merupakan strategi untuk mempercepat capaian program, bukan bentuk hukuman.
Gus Fawait menyebut rotasi pejabat ibarat pemain sepak bola yang keluar sejenak untuk mengatur napas.
"Ibarat dalam sepak bola, pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi pun terkadang perlu keluar lapangan sejenak untuk mengatur napas. Rotasi ini semata-mata untuk penyempurnaan agar ke depan ritme kerja kita bisa melaju lebih cepat lagi," ujarnya.
Menurutnya, penyempurnaan organisasi ini bertujuan agar pelayanan publik dan program pembangunan bisa melaju lebih cepat.
Bupati menargetkan seluruh sasaran kerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD serta janji politik dapat terealisasi sebelum masa jabatan lima tahun berakhir.
Beberapa capaian yang terus digenjot meliputi bidang kesehatan, infrastruktur dan aksesibilitas, serta pendidikan. Gus Fawait menyebut Pemkab Jember tidak hanya membebaskan biaya pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga memperluas hingga program _Homecare_. Di sektor transportasi, penerbangan di bandara daerah juga telah kembali dioperasikan.
Untuk pendidikan, penyaluran beasiswa sudah mencapai lebih dari 50 persen dari target 20.000 penerima manfaat.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga mengapresiasi Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Jember atas komunikasi politik yang harmonis. Ia menilai dinamika antara eksekutif dan legislatif adalah bagian dari demokrasi yang sehat.
"Dinamika itu bagian dari demokrasi yang sehat. Tugas DPRD adalah memberikan masukan konstruktif, dan kami di eksekutif sangat terbuka selama seluruh masukan tersebut sesuai dengan koridor perundang-undangan," tambahnya.
Menutup sambutannya, Gus Fawait menegaskan percepatan kerja tidak hanya pada pembahasan anggaran, tetapi pada hasil nyata bagi masyarakat. Setelah fokus membenahi pelayanan publik dasar sepanjang 2025–2026, Pemkab Jember akan mengalihkan fokus utama pada percepatan pembangunan infrastruktur dan penurunan angka kemiskinan secara signifikan mulai tahun 2027.
(Rahmat).

.jpg)