Pemkab Jember Perluas Layanan Homecare, Sasar Warga Rentan hingga Pelosok

Inspirasicakrawala.com

Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Homecare. Layanan tersebut menyasar warga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama kelompok rentan yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.

Pada Jumat (11/9/2026), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, turun langsung mendampingi Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk melakukan pemantauan layanan Homecare di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Jelbuk.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyisir sedikitnya empat hingga lima lokasi sasaran. Sejumlah warga yang mendapat perhatian antara lain lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas mental, serta ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi atau risti.

"Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat," ujar Helmi.

Menurut Helmi, kegiatan tersebut merupakan kunjungan tahap kedua. Untuk sementara, pelayanan difokuskan di kawasan sekitar pusat Kecamatan Jelbuk sebelum diperluas ke wilayah yang lebih terpencil.

Ia menegaskan, keberhasilan program Homecare sangat bergantung pada konsistensi serta sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, puskesmas, hingga masyarakat di tingkat bawah.

Persoalan geografis menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di daerah terpencil. Sejumlah permukiman bahkan sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Puskesmas Jelbuk bersama masyarakat telah menyiapkan langkah evakuasi. Warga yang membutuhkan penanganan darurat, termasuk ibu hamil yang akan menjalani persalinan, dapat dievakuasi menggunakan tandu menuju jalan utama atau fasilitas kesehatan terdekat.

Pemkab Jember juga tengah menyiapkan konsep rumah singgah bagi pasien maupun ibu hamil yang tinggal di kawasan pelosok.

"Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara. Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik saat mendekati waktu persalinan," jelas Helmi.

Mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, Helmi juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan seluruh tim Puskesmas Jelbuk yang terus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan publik tidak semata-mata diukur dari penghargaan atau pencapaian administratif, tetapi dari ketulusan pemerintah dalam membantu masyarakat.

"Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah. Saya berharap semangat dan ritme kerja sama antara Puskesmas, Kecamatan, hingga elemen RT/RW ini terus dipertahankan secara konsisten," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk terus hadir di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat. Selain memperkuat program kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Salah satunya adalah penanganan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat. Gus Fawait menilai respons cepat pemerintah dalam mengurai antrean BBM merupakan bagian dari upaya menghadirkan kepastian dan rasa tenang bagi masyarakat.

"Masalah ini bukan cuma soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah saat mereka menghadapi kesulitan di lapangan," ujar Gus Fawait.

Menurutnya, efektivitas penanganan di lapangan tidak terlepas dari kolaborasi seluruh jajaran Pemkab Jember. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga petugas SPPG diarahkan untuk turun langsung memantau kondisi di lapangan.

Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 2,7 juta jiwa, Jember memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan pelayanan publik. Karena itu, pemetaan persoalan dan kecepatan eksekusi kebijakan menjadi faktor penting.

Pemkab Jember menegaskan, pelayanan kesehatan melalui Homecare maupun penanganan berbagai persoalan masyarakat akan terus diperkuat melalui kerja kolaboratif lintas sektor. Pemerintah berupaya memastikan pelayanan tidak berhenti di fasilitas kesehatan, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

(Rahmat).




Previous Post Next Post