Cegah Warga Tertinggal Bantuan, Pendamping PKH di Lumajang Turun Gunung Jadi Agen Perlinsos


Lumajang || Inspirasi Cakrawala.com

Sebanyak 35.195 warga Kabupaten Lumajang resmi terdaftar dalam layanan perlindungan sosial (Perlinsos) berbasis digital hingga kemarin. Capaian signifikan ini berhasil diraih berkat pengerahan sebanyak 1.646 petugas yang bertindak sebagai agen pendaftaran di 21 kecamatan.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, bahwa langkah percepatan pendataan digital ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Skema tersebut secara khusus mewajibkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk proaktif menjangkau masyarakat yang selama ini terkendala akses maupun literasi teknologi.



"Petugas di lapangan mendaftarkan penerima manfaat melalui kunjungan langsung atau saat rapat kelompok bulanan. Ini solusi agar warga tidak tertinggal akses bantuan akibat kendala digital," ujar Indriono.

Ia menjelaskan, metode pendaftaran dilakukan dengan dua cara utama, yakni mendatangi rumah warga secara langsung (door-to-door) dan memanfaatkan acara pertemuan kelompok bulanan di tingkat warga. Kegiatan pendampingan ini difokuskan secara khusus bagi warga yang tidak memiliki gawai (smartphone) atau belum mahir mengoperasikan aplikasi digital.

"Bagi warga yang mengalami kendala digital, pendamping PKH bertindak sebagai agen Perlinsos yang mendaftarkan mereka langsung ke sistem," imbuhnya.

Melalui program ini, Dinsos P3A Lumajang tidak hanya berfokus pada validasi data penerima bantuan sosial (bansos) yang sudah aktif, melainkan juga menyisir warga kurang mampu yang selama ini belum terjangkau bantuan sosial agar dapat masuk ke dalam sistem pendataan terbaru yang lebih akurat.

"Semua sudah berjalan. Teman-teman pendamping mendaftarkan penerima PKH di wilayah mereka masing-masing. Di zaman digital ini, mereka bersama agen Perlinsos mendampingi warga yang tidak bisa mengoperasikan teknologi," tutupnya.

(Anton).

Previous Post Next Post