Pasuruan || Inspirasi Cakrawala.com
Sebuah peristiwa mengerikan terjadi di Jalan Jenderal A. Yani Gadingrejo, Kota Pasuruan. Sekelompok orang yang mengaku sebagai penagih utang (Debt Colector) melakukan dugaan percobaan perampasan kendaraan dengan berkedok penagihan. Bahkan, salah satu pelaku berani mengaku sebagai anggota kepolisian untuk melancarkan aksinya.
Kronologisnya, Senin kemarin sekitar pukul 14.00 WIB. Korban, Agus (24), warga Desa Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, bersama istrinya hendak pulang setelah selesai mengikuti tes wawancara di Kantor Perwakilan Alfamidi Beji, Bangil.
Saat melintas di ruas jalan raya lokasi depan Dealer Suzuki di sekitaran Kraton–Gadingrejo, Pasuruan Kota tiba-tiba sebuah sepeda motor menghadang perjalanan mereka dari arah belakang. Awalnya salah satu pelaku turun dan berpura-pura menanyakan alamat. Tak lama kemudian, sekitar lima orang menyergap mereka.
"Sepeda motor Vario saya itu tidak pernah bermasalah," ceritera Agus kepada media ini.
Diceritakannya, kelompok tersebut mengaku sebagai penagih utang (Debt Colector) dari lembaga Mata Elang. Dengan nada memaksa, mereka meminta menunjukkan STNK dan menyatakan nomor rangka kendaraan tidak sesuai dengan data yang mereka miliki.
"Sudah saya jelaskan bahwa sepeda ini tidak ada masalah,tetapi mereka tetap ingin membawa sepeda saya ini" kata Agus kepada media ini.
"Ketika kami berdua disuruh turun dari motor, Saya dan istri memilih tetap duduk di atas motor dan menyembunyikan kuncinya agar kendaraannya agar tidak dibawah paksa." tambahnya.
Keteganganpun berlangsung hampir satu jam. Saat Agus menanyakan menunjukkan surat tugas resmi, para pelaku justru mengarahkan korban untuk datang ke kantor Adira Finance. Bahkan Ketika Agus mengajak menyelesaikan persoalan di Polsek setempat yang berjarak hanya sekitar satu kilometer, ajakan itu pun justru ditantang oleh salah satu deb colector.
Tampak dalam tangkapan layar DEB COLECTOR sedang duduk diatas sepeda motornya dan menutup rapat seluruh Wajahnya dengan Helm posisi duduk diatas sepeda motor Nmax berwarna putih dan beberapa sepeda motor temannya saat menunggu proses negoisasi.
Merasa ada gelagat yang semakin mencurigakan. Ketika salah satu pelaku berpura-pura menelepon pihak kepolisian untuk membantu di TKP. Dan anehnya, baru lima menit kemudian, datanglah seorang pria bertubuh besar berpakaian sipil yang mengaku sebagai anggota polisi dan hendak "mendamaikan" kedua belah pihak.
Merasa kondisinya terjepit dan ada peluang meloloskan diri, Agus pun bergeges mengajak istrinya lari menuju Pos Satpam terdekat sambil menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.
Tampaknya komplotan ini merasa ketakutan. Para pelaku ini pun kabur satu per satu dengan alasan hendak mengambil Surat Tugas, namun tidak pernah kembali. Atas kejadian ini, Istrinya mengalami guncangan hebat hingga sempat histeris.
Peristiwa ini harus menjadi Atensi pihak Pihak kepolisian setempat. Pasalnya, kawasan ini disinyalir menjadi ajang Debt Colector memburu mangsanya. Ironis jika aksi brutal ini berlangsung yang lokasi justru tidak jauh dari Markas Kepolisian.
(Red).



