Sebanyak 4 Jenderal dan Mantan Ajudan Maupun Pengamanan Kepresidenan Ke-7 Joko Widodo di Mutasi, Ini Jabatan Barunya!



Jakarta || Inspirasi Cakrawala.com

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merombak sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD) pada awal Oktober 2026.

Di antara perwira tinggi yang bergeser, terdapat empat jenderal yang pernah bertugas sebagai ajudan maupun komandan pengamanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Keempatnya adalah Letjen TNI Mohammad Fadjar, Letjen TNI Tri Budi Utomo, Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Mayjen TNI Achiruddin Darojat.

Dalam mutasi tersebut, Mohammad Fadjar bergeser dari posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Sementara itu, Tri Budi Utomo meninggalkan jabatan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) untuk menjadi Wakil KSAD.

Adapun Rudy Saladin dimutasi dari Pangdam V/Brawijaya menjadi Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (Wadansesko TNI). Sementara Achiruddin Darojat bergeser dari Pangdam IV/Diponegoro menjadi Wakil Asisten Teritorial Panglima TNI (Wakaster TNI).

Riwayat penugasan keempatnya di lingkungan Istana menjadi salah satu sisi menarik dalam mutasi kali ini. Mohammad Fadjar dan Rudy Saladin pernah menjadi ajudan Jokowi. Adapun Tri Budi Utomo dan Achiruddin Darojat pernah menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan adanya surat mutasi tersebut. Menurut dia, pergantian jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi.

"Kemarin baru ada suratnya. Bareng pangdam baru," kata Maruli saat menghadiri acara taklimat Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

"Biasa kan organisasi. Kita biasa pergantian," ujarnya.

Berikut rekam jejak empat jenderal yang pernah bertugas di ring 1 Presiden:

1. Letjen TNI Mohammad Fadjar

Mohammad Fadjar dimutasi dari Pangkostrad menjadi Staf Khusus KSAD. Penugasan tersebut bersifat sementara karena dia disebut tengah mengikuti proses seleksi untuk mengisi jabatan di kementerian atau lembaga negara.

Fadjar lahir di Ambon, Maluku, pada 14 Agustus 1971. Dia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kecabangan Infanteri, dengan pengalaman penugasan di lingkungan Kopassus.

Namanya pernah berada di lingkaran terdekat Jokowi ketika menjabat ajudan Presiden pada 2015-2016.

Selepas tugas tersebut, Fadjar menjabat Danrindam IV/Diponegoro pada 2016-2017, Paban III/Siapsat Sopsad pada 2017-2018, dan Danrem 023/Kawal Samudera pada 2018-2019.

Kariernya berlanjut melalui sejumlah posisi strategis, antara lain Danrem 031/Wira Bima, Danpusdikter Kodiklatad, Kasdivif 2/Kostrad, Ketua LP3M Unhan RI, hingga Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan.

Pada Februari 2024, Fadjar dipercaya menjadi Pangdam III/Siliwangi. Dia kemudian mendapat promosi sebagai Dankodiklat TNI sebelum menduduki posisi Pangkostrad pada 30 Desember 2024.

Setelah hampir dua tahun menjabat Pangkostrad, Fadjar kini bergeser ke posisi Staf Khusus KSAD.

2. Letjen TNI Tri Budi Utomo

Tri Budi Utomo meninggalkan jabatan Sekjen Kemhan untuk menempati posisi Wakil KSAD. Dia menggantikan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa yang mendapat penugasan sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1971, Tri Budi merupakan lulusan Akmil 1994 dari kecabangan Infanteri/Kopassus.

Pengalamannya di lingkungan Istana dimulai ketika dipercaya menjadi Komandan Grup A Paspampres pada 2018-2019. Dalam posisi tersebut, dia bertugas mengawal Jokowi dalam berbagai kegiatan kepresidenan.

Sebelum itu, Tri Budi pernah menjabat Komandan Batalyon 811/Aksi Khusus Satuan 81, Dandim 0410/Kota Bandar Lampung, serta Asisten Personel Danjen Kopassus.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Komandan Satuan-81/Penanggulangan Teror Kopassus, Danrem 052/Wijayakrama, dan Wadanjen Kopassus.

(Tim Red).

Previous Post Next Post