Inspirasicakrawala.com
Jember – SMA Negeri Mumbulsari Kabupaten Jember terus mengembangkan berbagai inovasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, sekaligus mendukung ketahanan pangan. Selain memperkuat pembelajaran akademik, sekolah yang memiliki 752 siswa tersebut kini fokus pada pengendalian sampah plastik, sekolah sehat, serta pengembangan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala SMA Negeri Mumbulsari, Eko Susilo Santoso, S.Pd., M.Pd., mengatakan berbagai inovasi tersebut dijalankan sebagai tindak lanjut arahan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jember.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah pengendalian sampah, khususnya sampah plastik. Sekolah telah menyediakan bank sampah sebagai tempat penampungan dan pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas warga sekolah.
“Pertama adalah pengendalian sampah plastik dan sampah lainnya. Mungkin karena kita darurat sampah, termasuk di sekolah kita. Maka kita melakukan inovasi, kita punya bank sampah untuk menampung sampah plastik,” ujar Eko.
Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya ditanamkan kepada siswa, tetapi juga disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah hingga wali murid. Upaya tersebut dinilai penting karena siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan sekolah, mulai pagi hingga sore hari.
Sejalan dengan program sekolah sehat, pihak sekolah juga berupaya memastikan kebutuhan makanan dan minuman siswa tersedia dalam kondisi sehat dan aman melalui pengelolaan kantin serta koperasi sekolah.
Luncurkan Air Mineral SMANMU
Inovasi lain yang baru diluncurkan SMAN Mumbulsari adalah produk air mineral kemasan dengan merek SMANMU, singkatan dari SMA Negeri Mumbulsari.
Produk tersebut merupakan hasil kerja sama pihak sekolah dengan salah satu perusahaan air minum. Untuk tahap awal, air mineral SMANMU dipasarkan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal sekolah.
“Insyaallah ini sehat bagi anak-anak kita. Sementara dipasarkan di internal lembaga, baik kepada GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), 752 siswa, juga komite. Kebutuhan air minum di internal sendiri sangat luar biasa,” jelas Eko.
Ia menambahkan, penyediaan air mineral tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pilihan konsumsi yang lebih sehat bagi siswa maupun guru dan tenaga kependidikan.
Panen Sayuran Hampir Setiap Hari
Sementara itu, dukungan terhadap program SIKAP Jawa Timur diwujudkan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah untuk budidaya berbagai jenis tanaman pangan.
SMAN Mumbulsari bahkan telah mengembangkan sekitar 14 jenis tanaman yang dibudidayakan secara bersama-sama oleh guru, tenaga kependidikan, siswa, tenaga lapangan, serta ekstrakurikuler Remaja Ketahanan Pangan.
Hasilnya, sekolah hampir setiap hari dapat memanen berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
“Kalau pepaya ini tiap hari, kemudian kangkung, bayam, pakcoy, sawi, serai dan lain sebagainya. Yang jelas ada 14 tanaman SIKAP itu,” ungkap Eko.
Program tersebut tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa agar memahami pentingnya lingkungan, pola hidup sehat, serta kemandirian pangan.
Untuk saat ini, hasil panen belum dipasarkan secara luas. Sayuran dan buah yang dipanen masih dimanfaatkan untuk kebutuhan internal serta dibagikan kepada guru, tenaga tata usaha, dan siswa.
“Sementara untuk konsumsi pribadi, kita bagikan kepada bapak ibu guru, untuk TU, untuk siswa. Panennya belum bisa dijual keluar. Nanti ketika panennya lebih banyak bisa kita jual ke luar,” pungkasnya.
Melalui berbagai inovasi tersebut, SMA Negeri Mumbulsari berupaya membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan lingkungan, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya ketahanan pangan.
Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari pembentukan budaya sekolah yang mandiri, sehat, dan berwawasan lingkungan.
(Rahmat).

.jpg)