Inspirasicakrawala.com
Jember – SMAN Mumbulsari Jember, menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film edukasi Jangan Buang Ibu bersama kepala sekolah, guru, serta siswa-siswi kelas X dan XI, di CGV Roxy Square Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran karakter untuk menanamkan nilai bakti kepada orang tua, khususnya menghormati, menyayangi, dan menghargai pengorbanan seorang ibu.
Kepala SMAN Mumbulsari, Eko Susilo Santoso, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik. Melalui tayangan film yang sarat pesan moral, para siswa diajak merefleksikan hubungan antara anak dan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Film Jangan Buang Ibu mengangkat pesan mendalam tentang kasih sayang, pengorbanan, serta perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Di balik kesibukan dan perjuangan menjalani kehidupan, seorang ibu senantiasa menyimpan doa, harapan, dan kepedulian terhadap masa depan buah hatinya.
Namun, seiring bertambahnya usia, tidak sedikit anak yang terlena dengan kesibukan, tuntutan pekerjaan, maupun ambisi mengejar kesuksesan. Tanpa disadari, kondisi tersebut terkadang membuat mereka lupa memberikan perhatian kepada orang tua yang telah mendampingi perjalanan hidupnya sejak kecil.
Pesan itulah yang menjadi salah satu pembelajaran penting bagi para siswa SMAN Mumbulsari. Pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik dan penguasaan keterampilan, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan akhlak, empati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.
Salah seorang siswi kelas XI Riski Anggita Nurfaida yang akrab disapa Gita, mengaku terharu setelah menyaksikan film tersebut. Ia menilai pengorbanan seorang ibu merupakan sesuatu yang sangat berharga dan tidak dapat dibalas sepenuhnya dengan apa pun.
“Yang saya dapat, yang pertama, jasa seorang ibu, Bapak. Jasa seorang ibu menurut saya tidak bisa kita balas dengan apa pun,” ungkap Gita dengan mata berkaca-kaca saat menyampaikan kesan setelah menonton film tersebut.
Menurutnya, film itu memberikan pelajaran bahwa menghargai dan merawat orang tua tidak boleh ditunda hingga seseorang memiliki banyak waktu atau mencapai kesuksesan.
“Jangan terlambat untuk menghargai dan merawat ibu kita. Sesibuk apa pun kita, sesukses apa pun kita nanti di luar sana, kita tidak boleh melupakan ibu kita. Kita tidak bisa membiarkan ibu kita sendiri,” tuturnya.
Gita mengaku merasakan kesedihan sekaligus kebanggaan setelah memahami lebih dalam peran seorang ibu dalam kehidupannya. Ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong dirinya menjadi anak yang lebih peduli dan mampu memberikan perhatian kepada ibunya.
“Kesannya saya sedih, terharu dan bangga. Melalui film ini saya tahu arti peran ibu yang lebih dalam untuk diri saya. Semoga ke depan saya bisa menjaga ibu saya, melindungi ibu saya dan lebih mengetahui lagi peran seorang ibu sangat penting untuk saya,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Gita juga menyampaikan pesan kepada teman-teman sebayanya agar tidak mengabaikan orang tua di tengah kesibukan menempuh pendidikan maupun meraih cita-cita.
“Pesan saya kepada teman saya, jangan sampai terlambat menghargai ibu,” pungkasnya.
Budi Hrt,Guru Kesiswaan menjelaskan Kegiatan nobar tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran alternatif yang mengajak siswa memahami nilai kehidupan melalui pengalaman emosional dan refleksi. Pesan yang disampaikan melalui film diharapkan tidak berhenti sebagai kesan sesaat, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menghormati orang tua, menjaga komunikasi dengan keluarga, hingga membantu dan merawat ibu ketika membutuhkan perhatian.
Melalui kegiatan ini, SMAN Mumbulsari Jember diharapkan terus memperkuat pendidikan karakter untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, rasa hormat kepada orang tua, serta kepekaan sosial.
Pada akhirnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari pendidikan, pekerjaan, maupun pencapaian yang diraih, tetapi juga dari sikap dan kepeduliannya terhadap orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupannya.
Jangan menunggu sukses untuk membahagiakan ibu. Setinggi apa pun cita-cita yang diraih, jangan sampai kesibukan mengejar masa depan membuat seorang anak melupakan sosok ibu yang telah berjuang demi masa depannya.
(Rahmat).


.jpg)