Sidoarjo – Inspirasi Cakrawala.com
Data pedagang Car Free Day (CFD) Alun-alun Sidoarjo tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Data resmi mencatat 843 pelaku UMKM, tetapi jumlah pedagang yang hadir setiap Minggu disebut sudah lebih dari 1.000 orang.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berencana melakukan pendataan ulang. Bupati Sidoarjo Subandi meminta identitas dan asal daerah setiap pedagang diperiksa.
Menurut Subandi, penataan dilakukan agar CFD tetap memberi kesempatan kepada pelaku UMKM warga Sidoarjo. Pemkab juga akan membatasi jumlah pedagang sesuai kapasitas kawasan.
“Makanya nanti kita data. Warga itu warga asli Sidoarjo atau warga pendatang semua coba nanti dicek,” ujar Subandi, Sabtu (3/10).
Pemkab menemukan sejumlah pedagang yang tidak masuk dalam data resmi. Bahkan, ada pedagang yang disebut berasal dari luar Sidoarjo, seperti Pasuruan, Mojokerto, Madiun, dan Nganjuk.
Untuk memastikan pedagang yang berjualan sudah terdata, Pemkab berencana membuat kartu peserta CFD. Pedagang yang terdaftar akan mendapatkan kartu sebagai tanda diperbolehkan berjualan.
Kepala Dinkop UM Sidoarjo Mochammad Hudori mengatakan, data resmi saat ini mencapai 843 UMKM, sementara pedagang yang hadir di lapangan lebih dari 1.000 orang.
“Yang hadir setiap yang terdata itu 843, tapi yang hadir 1.000 lebih,” kata Hudori.
Hudori mengatakan, pedagang yang nantinya diperbolehkan berjualan akan diwajibkan memiliki KTP Sidoarjo. Namun, jumlah pasti pedagang yang diperbolehkan berjualan belum ditentukan.
Pemkab masih akan membahas jumlah tersebut bersama forum dan paguyuban pedagang dengan mempertimbangkan kapasitas kawasan CFD.
Selain jumlah pedagang, Pemkab juga akan mengevaluasi iuran yang selama ini dibayarkan pedagang. Iuran tersebut disebut berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu setiap pelaksanaan CFD.
Penataan CFD akan melibatkan Dinkop UM, DLHK, Dishub, Satpol PP, serta instansi terkait. Tujuannya agar kegiatan CFD tetap tertib, bersih, dan memberikan ruang bagi UMKM lokal.
(Red).

