Nuansa Hari Kesaktian Pancasila, Kreatifitas Kreasi Seni PPKn UNIKAMA: Ruang Kreativitas Mahasiswa, Wujudkan Civil Society


Malang | Inspirasi Cakrawala.com

Suasana kreatif dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Pekan Kreasi Seni (PKN) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh HMPS PPKn UNIKAMA ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun interaksi antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama. Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, mahasiswa terlibat secara aktif sehingga kegiatan tidak sekadar menjadi agenda seni, tetapi juga menjadi proses belajar berorganisasi.

Ketua Pelaksana, Tadeus Saputra Pani, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dan kerja sama seluruh pihak agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai angkatan menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan Pekan Kreasi Seni.

Sementara itu, Dr. Didik Iswahyudi, Kaprodi PPKn Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Pekan Kreasi Seni. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang ikut mengambil peran dalam merancang dan melaksanakan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan mahasiswa seperti PKN menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa baru dan mahasiswa lama dapat belajar membangun komunikasi, membagi peran, bekerja sama, sekaligus bertanggung jawab terhadap kegiatan yang mereka rancang bersama.

Seni sebagai Ruang Belajar Civil Society

Dosen PPKn UNIKAMA, Engelbertus Kukuh Widijatmoko, S.H., M.Pd., melihat Pekan Kreasi Seni bukan sekadar pertunjukan atau kegiatan hiburan mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan semacam ini justru dapat menjadi ruang nyata untuk mewujudkan civil society karena mahasiswa belajar mempraktikkan nilai-nilai kewargaan secara langsung.

“Civil society tidak cukup dipelajari sebagai konsep di ruang kelas. Ia harus mengalami proses kebersamaan, komunikasi, partisipasi, tanggung jawab dan kemampuan menghargai perbedaan. Ketika mahasiswa baru dan mahasiswa lama duduk bersama, merancang kegiatan, berbagi tugas, kemudian menyelesaikan persoalan bersama, di situlah civil society sedang dipraktikkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seni mempunyai kekuatan untuk mempertemukan berbagai latar belakang mahasiswa. Perbedaan gagasan tidak harus menjadi sumber konflik, tetapi dapat menjadi energi kreatif apabila dikelola melalui dialog dan kerja sama.

Dalam perspektif tersebut, Pekan Kreasi Seni PPKn UNIKAMA menjadi laboratorium kecil kehidupan kewargaan. Mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar menjadi warga yang mampu berpartisipasi, menghargai keberagaman, membangun jejaring sosial, dan bertanggung jawab terhadap keputusan bersama.

“Kalau mahasiswa mampu mengubah perbedaan menjadi kolaborasi, kreativitas menjadi kontribusi, dan kegiatan menjadi pengalaman bersama, maka kampus sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar berbicara tentang masyarakat, tetapi mampu hidup dan bekerja di dalam masyarakat,” tambah Engelbertus.

Antusiasme mahasiswa dalam PKN menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Seni, organisasi, kreativitas dan kebersamaan dapat menjadi medium pendidikan karakter kewargaan.

Pada akhirnya, Pekan Kreasi Seni bukan hanya tentang siapa yang tampil di panggung. Lebih jauh, kegiatan ini berbicara tentang siapa yang mau terlibat, siapa yang mau bekerja sama, dan bagaimana perbedaan dirawat menjadi kekuatan bersama.

(Red).

Previous Post Next Post